Kamis, 10 Desember 2009

Mengatasi Protek Pada Tv Sanyo

Lampu led indikator saja yang menyala(posisi standby).pekerjaan pertama aku buka dulu cashing penutup belakang tv dengan melepas 5 buah sekrupnya terlebih dahulu.Setelah terbuka,lalu kutarik keluar mesin pcbnya keluar,kemudian ku cek tegangan B+ dulu(posisi dalam keadaan on),dengan multitester digital andalanku,aku cek tegangan B+ normal 115V,tegangan H.out abnormal 0 volt,hmmmm....(gumamku ada apa ini). Lalu kumatikan tv dan aku cek resistansi di masing2 pin kaki flybacknya,pada pin B+ normal tak ada resistan,pada pin ABL juga normal,pada pin AFC juga normal,pada pin H.out ,uupppsss....!menunjukkan resistan 0 ohm pada multitester digitalku,jadi antara pin GND dengan pin H.out flybacknya short,lalu kulepas saja flybacknya dan ku belikan yang baru,oh iiiyaa....type flybacknya L40B10602 dan type tvnya CG14SP1N.flyback baru kudapat dan langsung kupasang,lalu kuhidupkan tv.Bismillah hirohman nirrohim.... mak crrraakkkkk....(suara dari yoke defleksi,bila rangkaian horisontal normal).Allhamdulillah tv langsung menyala normal(senangnya hatiku),tiba-tiba mak peeettt....tv langsung terprotek(layar padam,lampu led menyala terang).waduuuuh....apanya lagi nih(gerutuku),kucoba hidupkan lagi tapi terprotek lagi dan terprotek lagi,dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa antara flyback yang asli dengan yang baru aku beli,ada perbedaan kapasitas kondensator internal FBT,sehingga mempengaruhi tegangan output yang di hasilkannya,akhirnya aku putuskan untuk meng"cut"pusat proteksi pda tv ini,yaitu pada R830 senilai 1Kohm,tv pun bisa menyala dengan normal.Allhamdulillah ya Allah atas semua petunjukmu Amien!

Cacat Gambar PANASONIC Quintrix F Series

.Merk tv Panasonic quintrix F series type TC-2088MNB. tv hidup normal suara juga normal hanya saja warnanya blur,terutama pada warna putih/warna-warna terang,jadi sangat tidak enak di tonton jadinya,ketika gambar dominan warna terang,tv pun bereaksi dengan mendenging kencang di sertai horizontal menyempit kiri kanan dan vertikal memanjang atas bawah.Tv ini menggunakan IC tunggal type TDA9381I48BE.Seperti biasa penyoderan ulang saya tambahkan di semua bagian,setelah itu saya cek setiap elco di sekitar FBTnya,dan saya dapati C558=1uf/160V njebrot bagian bawahnya,tepat di sampingnya ada R558=22K nampak sedikit hangus,setelah saya cek dengan avometer ternyata mati,kedua komponen ini terhubung dengan pin FBT bagian ABL.Setelah penggantian 2 komponen tersebut,tv pun saya coba hidupkan tuk melihat hasilnya dan MAK NYOSSS!!!...tv pun normal kembali,saturasi warnanya pun pulih lagi seperti sedia kala,ALHAMDULILLAH!!! YA ALLOH,atas semua petunjukMU

Tv SHARP Alexander Mati Stanby

SHARP jenis Alexander type 51DXF200 dengan keluhan bila di hidupkan tv tidak mau start sama sekali jadi hanya lampu led aja yang menyala terus menerus,tombol panel depan tv pun tak berfungsi dari remot apalagi! Nggak respon sama sekali.Akhirnya saya bongkar itu tv,langkah awal yang saya lakukan adalah seperti biasa penyolderan ulang terlebih dahulu di semua bagian setelah itu baru pengecekan tegangan,pada tegangan B+ yang seharusnya sekitar 116V terukur 150V,tegangan untuk Audio normal sekitar 20V,sedangan tegangan untuk 14V drop tinggal 7V saja,hmm....ada apa ini? Kemudian saya dapati heatsink untuk IC regulator 9V seri 090RD1 ini sangat panas sekali,juga untuk diode penyearah dan R pembatasnya juga sangat panas sekali,woow woow woow ada apa lagi ini? Awalnya saya kira IC regulator ini yang short,tetapi setelah di ganti dengan yang baru,masih tetep saja,panas dan panas,hmm...apa ya penyebabnya? Akhirnya saya telusuri semua komponen yang berhubungan dengan output dari IC regulator tersebut,akhirnya saya dapati sumber permasalahan berasal dari rangkaian Stereo/Surroundnya letaknya di pinggiran PCB utama,dengan soket dan posisi berdiri,ketika PCB mungil ini saya cabut dari soketnya,tv pun bisa hidup normal,tapi bila saya pasang kembali,langsung stanby.YESS akhirnya ketemu juga sumber errornya,yaitu IC jenis SMD dengan type MZ-01E,tapi sayang sekali di pasaran belum ada IC jenis ini,Haduh haduh haduh iki piye? ya udah akhirnya saya potong aja L3501 yang terhubung dengan VCC IC tersebut dan ku coba hidupkan tv,hmm...tv bisa hidup tanpa cacat gambar,dan suara juga normal tapi mono he he nggak apa-apalah yang penting kan keluarga Pak Dafid udah bisa menikmati tvnya kembali,OKEY sukses buat SEMUANYA!!!

TV Sharp Wonder Gambar Redup

Sharp type 20W200 dengan kerusakan mati total (LED tidak menyala).setelah di lakukan pemeriksaan saya dapati fuse putus dan STR F6654 nya short,dan 2 buah resistor R725 = 560K dan R723 = 680K dalam keadaan melar nilainya.Setelah pergantian 4 komponen tersebut,tv pun saya coba nyalakan dan Mak ByAAAk….tv hidup kembali . Setelah tv hidup muncul masalah baru yaitu gambar yang di hasilkan kurang kontras (redup sekali),dan juga gambar akan goyang jika volume tv di tambah sedikit,lebar gambar pun kurang penuh sisi kanan kirinya,hmmmmm…..apanya lagi nih? Kemudian saya lakukan pemeriksaan pada semua tegangan diantaranya : - tegangan B+ yang seharusnya sekitar 115V turun menjadi 102V - tegangan 16V dari FBT turun tinggal 12V - tegangan 8V turun jadi 6,5V - dan tegangan 5V turun menjadi 4,3V Kemudian saya lakukan pemeriksaan di semua bagian output regulatornya,saya cek 1 per 1 elco dan zener diode pada bagian tersebut tidak ada satu pun yang bermasalah,kemudian pengecekan saya kembalikan lagi ke bagian regulator acmaticnya ,saya telateni lagi 1 per 1 komponen yang mencurigakan dan akhirnya saya dapati sebuah diode yang short yaitu D705 = K6 17 (tertulis di bodynya) dalam keadaan konek alias short,setelah saya ganti diode tersebut dengan yang masih normal tv pun saya coba nyalakan lagi dan Alhamdulillah gambarnya pun normal kembali,kontras gambar pun maksimal dan gambar pun tidak goyang-goyang lagi jika volume tv di tambah,dan yang pasti semua tegangan lancer terkendali hehehehehe……..SUKSES BUAT SEMUA!!!!!!!!!!

Problem Tv SHARP C-14V20MS

Memperbaiki tv SHARP type C-14V20MS dengan kerusakan tv tidak bisa bertahan lama hidup,jadi setiap 5 menit atau 15 menit pasti mati total bukan standby.Karena tv tergolong baru saya berpikir mungkin hanya kondisi solderan aja yang mulai memburuk sehingga tegangan tidak stabil,lalu saya solder ulang di bagian yang rentan panas seperti di bagian regulator,horizontal,vertical dan juga blok RGB.Kemudian saya coba tes dan berhasil(pikir saya)kemudian tv pun saya tutup dengan casing box belakang dan saya coba nyalakan lagi dan menunggu reaksinya,5 menit 10 menit terlampaui menginjak 15 menit tv MAK PET alias mati total tanpa nyala led indikatornya,coba dihidupin lagi nggak bisa,harus menunggu 1 sampai 2 menit baru bisa di hidupin lagi dan begitu seterusnya berulang-ulang.Ketika tv mati lagi saya cek panas pada TR horizontal TT2140 dan STR W6753 bukan main panasnya,di atas normal.Kemungkinan karena panas yang berlebihan inilah yang menyebabkan STR W6753 menjadi drop,akhirnya supply tegangan terhenti yang mengakibatkan tv jadi mati total,akhirnya saya ganti saja STR W6753 dengan yang baru,dan tak lupa saya tambahkan sedikit heatsink lagi pada heatsink utama untuk sempurnanya pembuangan panas yang berlebihan,karena menurut saya heatsink utama pada STR W6753 ini terlalu kecil sehingga kurang optimal membuang panas.Untuk TR TT2140 saya ganti dengan D1651 yang lebih tahan panas,juga heatsinknya saya ganti dengan yang lebih besar lagi.Setelah itu tv pun saya tes lagi dalam keadaan tertutup lengkap dengan casing belakangnya,1 jam 2 jam 3 jam 4 jam nonstop tv pun sudah tidak rewel lagi,ya moga-moga aja awet sampai seterusnya,semoga bermanfaat terima kasih dan tetap semangat

Kamis, 10 September 2009

Melepas Mode protect

Dalam suatu perbaikan televisi terkadang kita dihadapkan pada suatu kondisi di mana sebelum kita mengetahui komponen yang rusak ,unit yang kita perbaiki sudah masuk ke mode stanby ,hal ini dikarenakan tv masuk ke mode protect . Hampir semua merk tv generasi sekarang sudah menerapkan mode proteksi ,tujuannya adalah untuk mereduksi kerusakan (kerusakan berantai yang disebabkan oleh kerusakan satu buah komponen).

Dalam suatu industri dimana persaingan semakin ketat dan tuntutan dari layanan purna jual ,ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang belum stabil ,hampir di semua perusahaan dilakukan efisiensi di segi keuangan atau pengiritan biaya .Mode protect dalam suatu unit televisi juga adalah suatu upaya dalam melakukan pengiritan ,mari kita bayangkan sejenak : misalkan suatu unit tv dengan kerusakan tegangan B+ naik ,dari normalnya 115 volt ,karena sesuatu hal tiba tiba tegangan B+ naik sampai 200 volt ,dapat kita prediksi kerusakannya di antaranya transistor horizontal jebol ,bisa diikuti dengan vertikal rusak dan bisa juga CRT spark (nembak) .Seandainya TV tersebut dalam masa garansi service ,berapakah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut ? besar sekali bukan !

Bagi rekan rekan teknisi yang baru menekuni bidang jasa perbaikan TV ,terkadang menemui kendala dalam menangani Tv yang dilengkapi dengan sistem proteksi ini ,bagamana cara menyiasati nya agar tidak terjadi sistim coba coba ,yaitu coba ganti ini dan itu yang menyebabkan bengkaknya biaya yang mesti kita keluarkan ,

Ada 2 macam protect yaitu yang disebabkan oleh hardware(komponen) dan software (dari eeprom atau SCL SDA) ,namun disini saya akan mengumpulkan dulu dalam mode proteksi yang disebabkan oleh komponen yang mengalami kerusakan

Saya akan berterimakasih &mengharapkan dari rekan rekan teknisi semua memberikan kontribusi atau masukannya ,tolong ya kita akan membuat tabel dari merk tv ,modelnya ,chasis ,atau ciri nya memakai IC apa saja ,dan cara melepaskan dari mode proteksi ,saya disini akan mengumpulkan data dari beberapa tv yang mempunyai mode proteksi ,untuk itu sekali lagi saya mohon kontribusinya yang mengetahui cara melepaskan dari mode proteksi ,bisa anda tuliskan dalam kolom comment ,supaya koleksinya komplit.atau memberikan masukan tv apa saja yang belum saya tuliskan

Saya akan memulai dulu dengan :

MERK MODEL CHASIS SPESIPIKASI CARA MELEPAS PROTECT MODE KETERANGAN
LG




SHARP UNIVERSE GA IC TDA 9381/IX33xx MELEPASKAN JUMPER JA 223
SHARP X-PRESION
IC M6126XX MELEPASKAN JUMPER JA
POLYTRON EXCEL
IC STV 2238H (SMD) Melepaskan Jumper (J345), UNTUK MELEPSAKAN DARI BCL
POLYTRON

IC STV 2286H MELEPASKAN DIODE D 304 UNTUK MELEPASKAN DARI BCL
POLYTRON

IC HBM 00-XX PIN 16 HARUS POSISI HIGH UNTUK PROTEKSI VERTIKAL (DETEKSI AC 50 Hz)
SANYO










PANASONIK










SONY






Polytron XCEL

CTV Polytron di daerahku populasinya cukup banyak,disebabkan karena kualitas audionya cocok dengan karakter masyarakat kita yaitu bass ,treble, dan power audionya yang mantap ,Polytron memang jago dalam hal memenuhi keinginan penggunanya , disaat calon pembeli menginginkan kualitas suara yang besar ,polytron mempersembahkan produk unggulan dengan kelebihan di tata suara nya ,itu adalah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh brand nasional ,dan tidak dipunyai oleh brand kompetitornya .mungkin karena produk lokal jadi lebih paham dengan karakter dan yang diinginkan oleh customernya .

Salah satu type yang banyak dipakai adalah type Xcel , Jadi karena populasinya lumayan banyak tentunya yang rusak juga lumayan banyak .

Pollytron model ini menggunakan rangkaian switching regulator standar polytron ,seperti generasi terdahulu ,namun sudah banyak revisi di semua komponen yang sering mengalami kerusakan ,seperti elco 10uf63 ,pada model ini jarang ditemui kerusakan , perbedaan yang mencolok model ini adalah menggunakan IC chroma STV 2238H jadi polytron ini sudah menggunakan IC SMD ( Surface mount device) atau yang lebih akrab IC laba Laba . Untuk IC programnya juga masih menggunakan yang biasa (DIP) .

Kerusakan yang pernah saya alami adalah

  • TV tdk mau start atau osc horizontal tidak mau bekerja
  • TV nyala normal namun warna tdk normal ,dan gambar nya ada bayangan kearah kiri .

Pada awalnya saya mengira kerusakan ada di IC SMD nya ,namun setelah di teliti lebih cermat ternyata untuk problem tidak mau start atau fbt tidak mau nyembur adalah resistor bias untuk basis transistor horz drive molor atau open .(R430)

ini adalah contoh dari resistor yang saya maksud( resistor yang diberi warna kuning)nilainya adalah 4,7k R430

image

Untuk kerusakan horz osc tidak bekerja ada baiknya sebelum mengganti ic STV ,lebih dahulu periksa resistor R340 nilainya 4,7k .Normalnya tegangan di H out adalah pin 63 adalah 0.6 v ,jika terjadi di pin 63 tegangan 0 volt patut dicurigai resistornya open atau molor .

Untuk kerusakan namun warna tdk normal ,dan gambar nya ada bayangan ke arah kiri . kerusakannya ada di diode in 4148 seperti dalam gambar dikasih highlight warna kuning ,tegangan di pin 64 adalah normalnya 0.6 V ,

IC ini menggunakan sistem proteksi di kaki 61 (BCL/SAF) rangakaian BCL(beam current limiter) atau pembatas arus anoda adalah terhubung ke kaki ABL FBT ,jika ABL drop atau negatif maka kaki 61 akan drop dan akan menyebabkan HORZ OSC berhenti .jadi posisis nya STBy .Untuk menonaktifkan sementara rangkaian protecknya adalah dengan melepas Jumper (J345),tapi ingat kalau unitnya sudah OK ,jumper harus dipasang lagi.

Dibawah ini adalah data tegangan dikaki IC STV pada saat menyala normal

KAKI FUNGSI TEGANGAN
64 LFB/SSC 0.6 VOLT
63 H.OUT 0.6 VOLT
61 BCL/SAF 5 VOLT
2 SCL 2,5 VOLT
3 SDA 25 VOLT

Tidak lupa setting option untuk CTV POLYTRON Xcel model TZ52H85 adalah seperti tabel dibawah ini :

OPTION 0 1 0 1 1 1 0 1 1
OPTION 1 1 1 0 0 1 1 1 0
OPTION 2 1 1 0 0 0 0 1 1
OPTION 3 0 0 0 0 1 1 0 1